Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Subsidi Pupuk Berkurang, KTNA Khawatir Produktivitas Komoditas Pertanian NTB

ktnanasional – NTB, MATARAM. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengkhawatirkan tak optimalnya produksi komoditas pertanian (pangan, hortikultura,perkebunan), ditengah pengurangan subsidi pupuk oleh pemerintah. Ketua KTNA Provinsi NTB, H. Haerul Warisin menegaskan, ini persoalan yang tidak boleh dianggap sederhana. Karena menyangkut kedaulatan pangan dan hajat hidup orang banyak.

Sebagaimana diketahui, tahun 2024 ini, kuota pupuk subsidi yang diterima NTB sebesar 130.115 ton Urea, 89.182 ton NPK dan 153 ton pupuk kakao. Jika dibandingkan tahun 2023, kuota pupuk urea subsidi mencapai 182.848 ton, NPK 106.052 ton dan kakao 1.121 ton. Mantan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur yang menjadi Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi NTB saat ini mengatakan, pengurangan subsidi pupuk ini tentu berdampak langsung terhadap pengurangan jatah subsudi pupuk yang diterima petani.

“Petani yang sebelumnya dapat urea subsidi sebanyak 250 Kg perhektar sekarang dapat 110 Kg, 115 Kg, bahkan ada yang dibawah 100 Kg. Kan ini sangat membahayakan ketahanan pangan kita dari sisi produksi,” ujarnya.’

Walaupun petani disiapkan pupuk non subsidi, menurutnya tetap memberatkan. Karena harga beli pupuk non subsidi cukup tinggi. Jikapun petani menggunakan pupuk nonsubsidi, maka harga jual hasil pertaniannya tentu mahal. Dampaknya kepada masyarakat yang akan menerima harga mahal.

Atau jika harga jual hasil pertanian justru rendah ditengah tingginya harga pupuk, dampaknya akan banyak petani yang berfikir ulang berproduksi karena merugi. Dampak panjangnya bisa jadi kekurangan stok yang mengakibatkan harga komoditas pertanian di pasaran akan mahal. Masyarakat konsumen lagi yang akan merasakan dampaknya.

Selain itu, Haerul Warisin juga menyampaikan persoalan pembatasan kelompok petani yang boleh mendapatkan pupuk subsidi.  Pupuk subsidi yang sebelumnya menyasar 70 komoditas pertanian, tahun 2023 menyisakan 9 komoditas utama saja yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao.

“Petani itu maunya, subsidi diterima tunggal. Urea, NPK dan lainnya, disubsidi. Selain itu, petani minta jangan dibatasi penerima pupuk subsidi. Berikan saja kepada petani, supaya semua petani komoditas apapun dapat menikmati subsidi,” imbuhnya.

Karena itu, KTNA juga meminta kepada pemerintah untuk merealisasikan rencana tambahan subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun tahun 2024 ini segera merealisasikannya. Jangan menunggu akhir tahun atau setelah kuota yang diberikan saat ini terserap petani. Karena akan berdampak pada kehilangan nomentum.

“Berikan saja dari sekarang. Kalau memang petani yang sebelumnya dapat jatah 200 Kg perhektar, kasi saja sekarang tambahannya. Jangan tunggu kuota habis dulu baru dikasi. Persoalan ini juga menjadi diskusi kami di KTNA di pusat. Supaya pemerintah membijaksanainya,” demikian Warisin. (admin)

artikel ini telah tayang di suarantb.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga