Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

SUBSIDI PUPUK DAN BANTUAN BENIH SERTA ALAT MESIN PERTANIAN PERLU UNTUK PETANI YANG MENGHASILKAN PANGAN

Oleh : Muhammad Adam.

Petani adalah bagian dari insan pertanian yang sangat berperan dalam menghasilkan pangan untuk masyarakat Indonesia yang berjumlah 279 juta jiwa.

Komoditi padi sebagaimana kita ketahui diusahakan oleh sebahagian besar petani dengan kondisi ekonomi terbanyak dikategorikan usaha mikro kecil dan menengah yang bergerak pada sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan dan berperan pada upaya kemanusiaan dalam memproduksi makanan pokok dan menumbuhkan perekonomian bangsa yang bergerak pada sektor usaha lainnya.

Data BPS Tahun 2023 petani di Indonesia sebanyak 27,8 juta orang. Dari jumlah petani tersebut sebanyak 17,3 juta merupakan petani gurem memiliki lahan kurang dari 0,5 ha dengan tingkat kesejahteraan masih rendah. Tercatat jumlah petani milenial yang berumur 19 – 39 Tahun sebanyak 6,2 juta orang atau sekitar 22 persen dari petani di Indonesia.

Adapun petani yang menanam padi sebanyak 25,9 juta orang dengan luas lahan padi 10,2 juta ha dengan produksi Tahun 2023 sebanyak 53,6 juta ton GKG atau setara beras 30,9 juta ton.

Bila dianalisa investasi petani dengan total luas lahan pertanian di Indonesia adalah 45 juta ha dimana biaya investasi petani pada semua komoditi diasumsikan rata-rata per ha = Rp 10 jt. Des berarti 45 jt ha X Rp 10 jt maka total investasi petani sebesar Rp 450 Triliun.

Hal ini merupakan suatu nilai investasi yang luar biasa besar bila disetarakan dengan nilai investasi swasta atau investasi melalui anggaran pemerintah.

Anggaran bantuan subsidi pupuk Tahun 2023 sebesar 42.1 Triliun atau 9.3 % bila dibandingkan dengan total investasi petani di Indonesia.

Mengingat besarnya nilai investasi yang diusahakan oleh petani maka wajar dan penting seharusnya disemua lini lebih diprioritaskan anggaran sektor pertanian untuk ketersediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah kepada petani serta bantuan benih, alat dan mesin pertanian.

Disamping itu pula yang harus diperhatikan adalah pembangunan infrastruktur irigasi yang baru, perbaikan irigasi yang banyak mengalami kerusakan sehingga berpengaruh terhadap produksi dan produktivitas komoditi pangan, pembuatan pompa air dengan tenaga surya, pembuatan dam parit untuk lahan-lahan kering, jalan usaha tani dan kredit usaha tani dengan bunga rendah serta pembiayaan sektor pertanian melalui dana CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Palu, 25 Februari 2024.
(Penulis sebagai Penyuluh Pertanian dan Sekretaris Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga