Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Sulit Dapat Pupuk Bersubsidi, Biofarm Bisa Jadi Solusi?

ktnanasional – JAWA TIMUR, BANGKALAN. Menjelang musim tanam tahun 2023 ini, pupuk seolah menjadi kebutuhan utama bagi para petani, khususnya pupuk bersubsidi. Namun pada prosesnya, tidak sedikit petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk tersebut.

Masalah tersebut bukanlah hal baru bagi petani, sebab hal itu seolah sudah menjadi masalah tahuan khususnya menjelang musim tanam, khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Di tengah permasalahan tersebut, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bangkalan membawa kabar baik bagi para petani Bangkalan dengan mengenalkan pupuk organik cair bernama Biofarm.

Ketua KTNA Bangkalan M. Hari mengatakan, permasalahan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan sudah sangat sering terjadi, sehingga hal itu yang mendasarinya bekerjasama Cv. Surya Agri Raya selaku penemu pupuk Biofarm.

“Ini dalam rangka mengenalkan pupuk biofarm kepada petani Bangkalan, karena selama ini, kita banyak mendengar keluhan dari petani tentang kesulitan mendapatkan pupuk. Jadi pupuk Biofarm ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi para petani,” ujarnya usai mensosialisasikan pupuk Biofarm di Bima N Zain Cafe, Sabtu (18/11/2023).

Dia menjelaskan, secara teknis pupuk Biofarm lebih efektif dibandingkan dengan pupuk anorganik yang biasa digunakan oleh petani, karena selain cara pemakaiannya yang mudah dan harganya murah, pupuk Biofarm juga memiliki lima manfaat untuk tanaman, salah satunya meningkatkan produktivitas pertanian.

“Harapannya dengan adanya pupuk Biofarm ini bisa meningkagkan produktivitas pertanian dan bisa mensejahterakan petani Bangkalan,” katanya.

Sementata itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasana dan Penyuluhan Dinas Pertanian Bangkalan, Chk Karyadinata mengatakan, pupuk Biofarm tersebut mengandung elemen mikro, sehingga tidak hanya bersfungsi sebagai pupuk, tapi juga bisa memperbaiki PH tanah.

Namun meski begitu, dia mengatakan, pupuk Biofarm belum bisa menggantikan pupuk anorganik yang biasa digunakan petani, karena para petani masih kesulitan menggunakan pupuk cair.

“Jadi mungkin yang bisa menjadi solusi adalah apabila pupu Biofarm ini dikombinasikan dengan pupuk yang selama ini sudah beredar,” katanya.

Meski begitu, pihaknya mendukung dengan adanya pupuk Biofarm tersebut. Sehingga produktivitas pertanian di Bangkalan bisa meningkat.

“Pada prinsipnya kami mendukung upaya untuk meningkatkan produktivitas dengan cara yang berbeda, sehingga kondisi tanah yang selama ini menjadi lebih mengeras karena penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan bisa diatasi dengan adanya pupuk Biofarm ini,” ucapnya. (admin)

artikel ini telah tayang di lingkarjatim.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga