Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Sumba Timur hadirkan inovasi aplikasi teknologi untuk pertanian

ktnanasional – NTT, SUMBA TIMUR. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan sebuah inovasi teknologi dalam bentuk aplikasi Sistem Kesiapsiagaan Pertanian dan Bencana yang disebut “SiKePangMas” untuk dapat dimanfaatkan oleh para petani di wilayah itu.

“Manfaat aplikasi ini dapat memprediksi cuaca, suhu, arah angin, dan kelembapan suatu desa tiap jam hingga tujuh hari ke depan,” kata Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Herman Hunga Njurumana dari Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis, (22/2/2024).

SiKePangMas merupakan sebuah aplikasi sistem yang didesain menggunakan teknologi prediksi iklim untuk curah hujan dan cuaca dengan akurasi tinggi.

Aplikasi itu dilengkapi dukungan data satelit dan data lapangan untuk menghasilkan kalender tanam dan potensi bahaya bencana yang lebih aman dan terkontrol.

Dengan adanya aplikasi itu, Herman berharap petani yg memiliki handphone berbasis android dapat memprediksi curah hujan jangka panjang tiap dasarian. Aplikasi itu juga dapat menentukan kalender tanam padi yang merekomendasikan jadwal tanam untuk tanaman padi, serta menentukan kalender tanam palawija untuk merekomendasikan penentuan jadwal tanam tanaman palawija.

Selain itu, aplikasi SiKePangMas dapat menentukan prediksi serangan hama belalang yang akan menyerang tanaman sesuai prediksi kalender tanam di atas.

Herman mengatakan inovasi teknologi itu tidak hanya memberikan rekomendasi terkait kalender tanam.

Lewat aplikasi itu, para petani bisa mendapatkan informasi terkait prediksi cuaca, suhu, arah angin, dan kelembaban di suatu desa, serta kerentanan suatu desa dari bencana banjir, kekeringan, dan tanah longsor.

Herman menjelaskan akurasi aplikasi itu mendekati 80 hingga 90 persen dan dapat memprediksi curah hujan lima tahun ke depan karena menggunakan perhitungan atau data curah hujan 10 tahun belakangan yang diperoleh dari BMKG dan Pos Pencatatan Curah Hujan di setiap Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Kehadiran aplikasi itu, kata Herman dapat menjadi salah satu solusi upaya antisipasi dampak kekeringan pada lahan pertanian.

Data-data dalam aplikasi pun akan terus diperbaharui setiap dua tahun dengan data terbaru untuk mempertahankan tingkat akurasi.

Kini aplikasi itu tengah disosialisasikan kepada para petani untuk dapat dimanfaatkan dalam segala usaha tani. (admin)

artikel ini telah tayang di kupang.antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga