Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Tahun 2024, Ini Program Strategis Ditjen Hortikultura

ktnanasional.com – JAKARTA. Bersiap memasuki tahun 2024, Ditjen Hortikultura menyiapkan program strategis. Bukan hanya menetapkan target kenaikan produksi, tapi juga pengembangan kampung hortikultura. Demikian terungkap saat workshop Pemantapan RKAKL PAGU Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan yang berlangsung 2-4 Oktober 2023 ini dihadiri Dinas Pertanian 34 propinsi untuk mensinergiskan program pusat dan daerah. Tak hanya menetapkan kegiatan besar hortikultura, juga termasuk merancang kegiatan teknis dengan menerapkan rambu-rambu pelaksanaan berdasarkan ketersediaan anggaran.

Sekretaris Ditjen Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule mengatakan, pada 2024 nanti beberapa produksi komoditas strategis ditargetkan naik. Diantaranya cabai pada 2023 ditargetkan mencapai 3 juta ton, bawang merah 1,74 juta ton, bawang putih 45,91 ribu ton, kentang 1,41 juta ton, pisang 8,93 juta ton, manggis 288,4 ribu ton, durian 1,36 juta ton, anggrek 21,4 juta tangkai, krisan 441 juta tangkai dan jahe 209 ribu ton.

Sementara itu untuk pelaksanaan kampung sayuran naik dari 1704 kampung (tahun 2023) ditargetkan meningkat menjadi 2.180 kampung pada tahun 2024. Untuk kampung buah pada 2024 ditargetkan berjumlah 527 kampung, sementara pada 2023 sejumlah 678 kampung.

Taufiq berharap, pada 2024 mampu meminimalisir temuan berulang baik terkait pengendalian OPT di mana pengendalian gerdal OPT belum tepat musim, bahan gerdal belum dimanfaatkan, peralatan klinik PHT belum dioptimalkan pemanfaatannya. Sementara untuk distribusi benih dan saprodi terjadi ketidaksesuaian distribusi benih dan saprodi.

Di sisi lain, penumbuhan UMKM terkait bantuan sarana dan prasarana UMKM belum tepat sasaran, penggunaan alat belum optimal dan kegiatan UMKM yang tidak berkembang. Sementara itu untuk penyediaan benih, terdapat pohon induk yang tidak terawat dan target produksi yang tidak tercapai. Hal ini menjadikan produktivitas yang rendah baik itu pada cabai, bawang merah dan bawang putih.

Berkaca pada evaluasi 2023, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri mengatakan, prioritas pengembangan cabai dan bawang berfokus pada wilayah minus dan penyumbang inflasi serta wilayah penyangga pasokan. Selain juga terus mengembangkan bawang putih lokal dan pengembangan tanaman obat untuk kemitraan dan ekspor. Termasuk pengembangan sayuran buah, sayuran daun dan tanaman obat di lahan rawa dan gambut.

“Sayuran pekarangan (P2L) dan kawasan STO skala luas (Food Estate) termasuk program kami di tahun depan. Fasilitas prasarana pendukung seperti nurseri, kubung jamur dan hidroponik serta utamanya kampung sayuran,” katanya.

Khusus kampung sayuran dan tanaman obat ini, Idil mengatakan, pihaknya telah memiliki aplikasi SRIKANDI yang memudahkan untuk monitoring dan evaluasi. Salah satunya, kampung tersebut memiliki penanda papan informasi kampung yang sedang dikembangkan.

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman mengatakan, kegiatan strategis buah dan florikultura dikembangkan dalam bentuk kampung buah dan florikultura teregistrasi guna terciptanya One Village One Variety. Pengawalan terkait pengembangan ini akan dilakukan secara intensif dari hulu ke hilir. Termasuk memudahkan akses pendukung masuk terkait permodalan (KUR), mekanisasi pertanian dan pengairan.

“Target kami adalah pemenuhan kebutuhan produk segar dan olahan dalam negeri, peningkatan ekspor produk buah dan florikultura, substitusi impor produk buah dan florikultura serta pengembangan agrowisata dan agroeduwisata,” kata Liferdi.

Sementara itu Direktur Perlindungan Hortikultura, Jekvy Hendra menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan beberapa kegiatan pada 2024. Terdiri dari pengembangan gerdal OPT, Kelompok Tani Terlatih Pengendalian Hama Terpadu (KTPHT), penanganan dampak perubahan iklim, dan pendirian klinik PHT.

Dari sisi hilirisasi, fokus Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto mengatakan, pada 2023 terdapat 445 UKM hortikultura. UKM ini akan dipersiapkan masuk pasar ekspor melalui pendampingan sertifikasi GAP, GHP, HCCAP dan sertifikasi halal. “Selain itu kami akan mengembangkan UKM menjadi IKM, pendampingan dari sisi pembiayaan dan bimbingan teknis manajemen dan teknologi,” katanya. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga