Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Tahun 2030, Kementan Targetkan Impor Anggur Turun 20 Persen

ktnanasional.com – TANGERANG SELATAN, Tangsel—Anggur merupakan salah satu buah subtropis yang populer dan digemari masyarakat Indonesia. Dengan mulai berkembangnya penggiat anggur dalam negeri, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong pengembangan anggur lokal untuk mengurangi importasi.

Berdasarkan data BPS, angka impor anggur Indonesia 3 tahun terakhir terus meningkat. Volume impor anggur pada tahun 2020 sebesar 83.044 ton senilai 273,27 juta dollar AS, meningkat pada tahun 2021 sebesar 98.278 ton senilai 315,27 juta dollar AS dan  pada tahun 2022 impor anggur mencapai 101.899 ton senilai 330,41 juta dollar AS. Angka tersebut sungguh sangat besar baik dari sisi volume maupun nilainya.

Direktorat Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura menargetkan penurunan angka impor anggur sebesar 20 persen pada tahun 2030. BPS mencatat dalam 3 tahun terakhir produksi anggur nasional terus meningkat, pada tahun 2020 produksi tercatat 11.905 ton, tahun 2021 meningkat menjadi 12.163 ton, dan meningkat kembali pada tahun 2022 mencapai 13.515 ton.

“Target penurunan impor tersebut tidak mustahil tercapai asal terjadi sinergi antara seluruh stakeholder anggur nasional, baik petani/pelaku usaha, Kementerian dan lembaga terkait, praktisi, akademisi, peneliti dan pihak-pihak lain,” kata Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto  saat FGD Pengembangan Table Grape di BSD City, Jumat (11/8).

Sebagai informasi, FGD dihadiri Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Dr. Leli Nuryati, Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN dan Balai BPSIP Jestro, serta ahli dari luar negeri seperti Thailand dan Jepang.

Memperhatikan permintaan buah anggur yang terus meningkat baik dari segi jumlah maupun kualitasnya, Prihasto mengatakan, pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi anggur dengan melibatkan seluruh stakeholder termasuk ASPAI (Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia). “Perlu diupayakan pengembangan anggur ditangani secara optimal agar dapat dihasilkan produk yang berkualitas, ketersediaannya cukup dan kontinuitas yang terjamin,” ujarnya.

Mengatasi tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan berbagai upaya meningkatkan daya saing melalui peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar, logistik dengan didukung sistem pertanian yang modern dan ramah lingkungan. “Selain itu kami juga mendorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani. Salah satunya melalui pengembangan kawasan percontohan anggur seperti di Kota Tangsel,” katanya.

Tangerang Selatan sebagai lokasi percontohan anggur. Pada 2023, Ditjen Hortikultura memfasilitasi Kota Tangerang Selatan berupa 1 unit Green House anggur seluas 200 m2 dan pengembangan kawasan percontohan anggur seluas 1.000 m2.

Melalui kegiatan ini dirinya berharap pengembangan anggur ditangani secara optimal agar menghasilkan produk berkualitas, ketersediaannya cukup dan kontinuitas yang terjamin.  Untuk itu Prihasto berharap ada langkah konkret mulai dari hulu ke hilir. Baik itu dari sisi regulasi hingga pemasaran, sehingga pemerintah bisa mengambil langkah kebijakan yang bisa mengurangi angkat importasi.

“Termasuk dukungan dari perbankan. Bagaimana fasilitasi kredit bisa digunakan untuk mendukung pelaku usaha mengembangkan anggur ini,” ujarnya. Selain itu, Prihasto menginginkan agar pelaku usaha anggur di dalam negeri memanfaatkan transfer informasi khususnya teknologi budidaya yang dikembangkan di Thailand dan Jepang. Harapannya adalah dapat meningkatkan produktivitas dan mutu anggur.

Pembina ASPAI, Heri Yanto mengatakan, target angka produksi anggur yang harus dicapai sebesar 20.380 ton pada 2030. Asumsi produksi dari anggur konsumsi pada 2022 hanya sebesar 1.581,7 ton. Untuk itu, diperlukan penambahan produksi sebesar 18.798,3 ton yang bisa didapatkan dari penambahan areal tanam anggur seluas 314 ha. “Untuk mencapai hal tersebut kami memerlukan sinergi dan kerjasama pemerintah baik pusat maupun daerah serta stakeholder lainnya,” ujar Heri. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga