Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Tanam Bunga Hias, Raih Magister Pertanian, Beli Rumah dan Tanah

ktnanasional – BALI, GIANYAR. Petani dan nelayan andalan di seluruh Bali memamerkan produk unggulan mereka di Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di jaba sisi Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

PEDA KTNA Provinsi Bali XXVII dibuka oleh Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya didampingi Pj Bupati Gianyar Dewa Tagel Wirasa, Senin (13/5). Pameran berlangsung sepekan hingga Jumat (17/5). Salah satu petani milenial, I Wayan Suamba, 32, menampilkan produknya berupa tanaman bunga hias. Wayan Suamba memulai usahanya sejak tahun 2015, kini sudah sukses memasarkan produk ke seluruh Bali.
Berkat hobi mengembangkan tanaman bunga, petani milenial asal Banjar Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar ini berhasil menyelesaikan Magister Pertanian di Universitas Udayana, membeli mobil, rumah, dan tanah. Suami dari Ni Ketut Sutrisna Dewi ini mengungkapkan, ketertarikannya bertani berawal dari pekerjaannya di sebuah perusahaan pupuk. Dalam keseharian, Wayan Suamba rutin berinteraksi dengan petani sehingga memotivasi dirinya untuk menjalankan usaha penyediaan bibit bagi para petani di seluruh Bali.
Jenis bibit yang dipilih adalah hortikultura yang selalu dibutuhkan petani tanpa memandang musim seperti cabai, gumitir, sayur mayur, dan pepaya California. Selain sukses mengembangkan hortikultura, Wayan Suamba juga bergerak di tanaman hias dengan nama Rumah Bunga Bali. Jenis bunga hias yang dikembangkan cukup beragam. Sekitar 40 jenis, ada bunga Krisan, Aster, dan lain-lain.
“Tanaman bunga belum banyak yang mengembangkan di Bali, pasarnya sangat luas. Di Bali penggunaan tanaman bunga sangat tinggi untuk sarana upacara, dekorasi,” jelasnya. Untuk keperluan dekorasi, sedang tren penggunaan tanaman hidup. “Sedang booming, wedding menggunakan hiasan bunga hidup. Belum lagi untuk dekorasi di hotel, di dinas-dinas, pameran seperti saat ini,” terangnya.
Kebun bunganya di ujung utara Gianyar yang berbatasan dengan Kintamani. Wayan Suamba memanfaatkan lahan seluas 70 are. Meskipun lokasinya di pelosok, untuk pemasaran tidak mengalami kendala. “Ada media sosial, secara offline saya manfaatkan dua armada untuk keliling menyuplai tanaman ke stan-stan bunga,” jelasnya. (admin)
artikel ini telah tayang di nusabali.com
spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga