Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Target Jadi Lumbung Beras, Pemda Halmahera Tengah Fokus Intensifikasi Pertanian

ktnanasional – MALUKU UTARA, HALMAHERA TENGAH. Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, fokus mencanangkan program intensifikasi pertanian di beberapa desa.

Kepala Dinas Pertanian Yusmar Ohorella mengatakan, program intensifikasi dicanangkan Pj Bupati Ikram M Sangaji.

Program intensifikasi pertanian adalah suatu usaha guna meningkatkan produktifitas pertanian dengan cara memanfaatkan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya, yang bertujuan meningkatkan hasil pertanian dan menjaga ketahanan serta ketersediaan pangan, terutama pangan yang berasal dari tanaman padi yakni beras.

Distan melalui perintah Pj Bupati menetapkan target produksi padi jenis Inpari 32 tahun 2024 sebesar 2.835 ton.

“Target tersebut dihasilkan dari dua kali musim tanam di atas lahan 500 hektare,” tuturnya, Kamis (28/3/2024).

Ia menjelaskan, musim tanam pertama 110 hektare, yang berada di kawasan transmigrasi Wairoro, Desa Lembah Asri, dan Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, dan Trans Waleh SP 1 Desa Persiapan Era Fagogoru, Kecamatan Weda Utara.

Di mana pada Desember 2023 telah dilakukan penanaman musim tanam pertama dengan jenis Inpari 32 di atas lahan 110 hektare, dan rencananya di minggu pertama bulan Juni 2024 akan dilakukan penanaman 400 hektare.

Kebijakan ini dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, dan menjaga ketahanan serta kedaulatan pangan agar dapat menekan angka inflasi di Kabupaten Halmahera Tengah.

“Semoga segala ikhtiar yang Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan Dinas Pertanian serta seluruh petani dapat menjawab kebutuhan paling mendasar dari seluruh masyarakat,” ucapnya.

Ia mengaku, target Pj Bupati, tahun 2024 Halmahera Tengah menjadi lumbung pangan Maluku Utara, khususnya beras.

“Dan hari ini, saya menyerahkan langsung benih padi kepada petani padi yang berada di transmigrasi Waleh SP 1, Desa Persiapan Era Fagogoru Kecamatan Weda Utara. Benih padi yang diserahkan adalah benih padi varietas Inpari 32. Benih padi tersebut akan dilakukan semai oleh petani dan selanjutnya pada usia bibit 12-14 hari akan dilakukan penanaman. Area yang akan ditanami oleh petani di transmigrasi Waleh SP 1 seluas 21,24 hektare,” jelasnya.

“Harapan saya semoga benih yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik, agar nantinya produksi beras sangat tinggi. Terlepas dari itu, dengan hasil produksi padi dapat meningkatkan pendapatan petani padi yang berada di transmigrasi Waleh SP 1,” tandas Yusmar. (admin)

artikel ini telah tayang di tandaseru.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga