Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Teknologi Itu Netral

ktnanasional.com – JAKARTA, Bak ungkapan bijak, Politik membangun tembok penghalang untuk menghadang, sedangkan Bisnis membangun jembatan untuk berhubungan.

Itulah yang terjadi ketika kita melakukan kegiatan bisnis dengan pihak yang tidak mempunyai kesamaan pandangan, hubungan resmi baik antar negara, antar tetangga maupun antar kelompok. Bukankah anak petinggi partai yang saling bersebrangan bisa saling jatuh cinta. Atau tetangga yang berselisih paham jadi kikuk melihat anak-anaknya ceria bermain bersama?

Teknologi berkembang, berlari dan berkejaran di negara-negara yang berbeda aliran dan prinsip. Walaupun tidak bekerjasama secara formal, tetapi mereka saling mengintip dan mencuri teknologi dari saingan dengan segala cara.

Dan kalau tiba saatnya teknologi itu tersedia di pasar, bisa dibeli, pasti yang bersaing akan saling berusaha memiliki. Bukan semata-mata karena mereka membutuhkan, tetapi untuk dipelajari dan kalau perlu ditiru dan dikembangkan.

Contohnya irigasi. Mesir Kuno telah mengenal irigasi dengan memanfaatkan Sungai Nil. Di Indonesia, irigasi tradisional telah juga berlangsung sejak nenek moyang kita.

Hal ini dapat dilihat juga cara bercocok tanam pada masa kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Kini irigasi dibangun dengan menggunakan tenaga ahli dari negara-negara yang berhasil mengembangkan irigasi. Transfer of technology.

Irigasi di Indonesia terkenal karena terkait dengan kultur masyarakat. Warisan budaya irigasi orisinal yang sudah cukup tua adalah irigasi Subak di Bali dan kelembagaan irigasi-irigasi kecil di Jawa semacam Mitra Cai dan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air).

Hidroponik diawali dengan sebuah percobaan tanam tanpa tanah yang tercatat dalam buku karya Francis Bacon di tahun 1627 hingga kemudian dijadikan dasar sebagai bahan penelitian lebih lanjut. Di tahun 1699, John Woodward yang merupakan seorang naturalis dan geologis asal Inggris mempublikasikan hasil menanam tanaman mint menggunakan teknik air.

Pada tahun 1859-1875 giliran ahli botani asal Jerman yang mengembangkan teknik menanam tanpa tanah. Kini semua negara telah mengembangkan hidroponik.

Teknologi irigasi tetes modern ditemukan di Israel oleh Simcha Blass dan anaknya Yeshayahu. Semua negara telah mengadopsi irigasi tetes.

Sekarang diaplikasikan di hampir semua negara karena sangat menghemat air. Israel juga berhasil membuat alat yang Bisa Mengubah Udara Menjadi Air Minum. Somalia dengan dukungan Israel telah menggunakannya

Cina juga berhasil mengubah gurun menjadi daerah pertanian yang subur. Wang dan kawan-kawannya memanfaatkan teknik yang disebut desert solization, semacam perekat yang terbuat dari selulosa tanaman dengan pasir dan mengaplikasikannya pada permukaan gurun, sehingga memberikan sifat dan kemampuan yang sama untuk menopang air, udara dan pupuk. Perekat ini dikembangkan oleh Profesor Yi Zhijian dan timnya pada tahu 2013 setelah penelitian bertahun-tahun.

Arab Saudi, tanpa memikirkan perbedaan keyakinan, telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan China untuk mengubah gurun tandus menjadi lahan pertanian, dan membangun industri dan pabrik pengolahan makanan.

Demikian juga kelembagaan koperasi. Koperasi dimulai pada pertengahan abad 18 dan awal abad 19 di Inggris. Koperasi didirikan di kota Rochdale, Inggris pada tahun 1844 dengan nama Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dengan koperasi pula pertanian di Eropa dan Amerika berkembang menjadi raksasa bisnis.

Kita juga mengenal sistem lelang yang sangat berhasil di Belanda dan Taiwan dan dinilai efektif dalam pemasaran produk pertanian. Tidak perlu alergi untuk meniru jika menguntungkan para pelaku yang terlibat.

Akhirnya, dunia bisnis bertumpu pada prinsip win-win dan manfaat. Ketimpangan dan ketidakadilan dalam bisnis akan melumpuhkan dunia bisnis itu sendiri. Teknologi itu netral.

Tidak peduli dari mana pun dia berasal. Penerapannya tentu disesuaikan dengan kultur masyarakat setempat. Kita tidak perlu alergi terhadap teknologi yang datang dari mana pun karena teknologi tidak mengenal politik dan keyakinan. (admin)

Kejar teknologi dan terapkan selama sesuai dengan kondisi lingkungan dan memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga