Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Tergerus Pembangunan, Alih Fungsi Lahan Pertanian Terus Terjadi di Bandung Barat

ktnanasional.com – JAWA BARAT, BANDUNG. Gencarnya pembangunan infrastruktur pemukiman mengakibatkan sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus tergerus.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencatat praktik alih fungsi lahan pertanian untuk pemukiman terjadi hampir di seluruh kecamatan Bandung Barat. Meski begitu, percepatan dan luas lahan pertanian yang tergerus masing-masing berbeda-beda.

Kepala DPKP Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim mengatakan dari 16 kecamatan di KBB, Batujajar merupakan wilayah paling besar alih fungsi lahan. Tahun 2023, DPKP mencatat 35 persen lahan pertanian habis. Dari semula 200 hektar, kini hanya tersisa 113 hektar.

“Praktik alih fungsi lahan terus terjadi. Salah satunya di kecamatan Batujajar. Kita kehilangan 35 persen lahan. Sekarang yang lahan pertanian yang tersisa di Batujajar hanya 113 hektar,” katanya, Sabtu, 19 Agustus 2023.

Ia mengatakan, Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Bandung Barat saat uni masih merinci secara detail angka luasan lahan yang dialihfungsikan di tiap-tiap kecamatan. Sebab, alih fungsi lahan terjadi merata, hampir di seluruh kecamatan di KBB.

“Jelas wilayah Kecamatan Batujajar paling banyak, lalu Kecamatan Cipatat pun terjadi alih fungsi lahan menjadi perumahan. Maka itu, pemerintah saat ini tengah menyiapkan siasat menggenjot produktivitas di tengah kian menyusutnya lahan pertanian,” terang Lukman.

Menurut Lukman, terdapat sejumlah tantangan untuk menjaga lahan pertanian berkelanjutan, dalah satunya yakni belum adanya Peraturan Bupati (Perbup) yang menegaskan lahan pertanian tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan non-pertanian.

“Tidak ada yang menguatkan, ada Peraturan Daerah (Perda) akan tetapi tidak kuat. Ini perlunya ada Perbup yang dibuat untuk melindungi lahan pertanian produktif,” katanya.

Ia menambahkan, selain kurangnya peraturan, tingkat pembangunan sangat masif terutama di perkotaan. Hal itu terjadi disebabkan adanya pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut.

Karena itu, untuk menjaga lahan pertanian berkelanjutan, DPKP Bandung Barat akan memberikan edukasi melalui sosialisasi pentingnya meningkatkan produktivitas pangan.

“Kalaupun mendesak, perlu ada lahan pengganti. Lahan pengganti itu adanya di wilayah Bandung Barat selatan seperti Gununghalu,” terangnya.

“Peralihan fungsi lahan pertanian di Bandung Barat diharapkan bisa segera dihentikan untuk mencegah krisis pangan. Jika krisis pangan terjadi, Bandung Barat akan bergantung pada suplai daerah lain atau suplai dari luar negeri,” tandasnya.***

Artikel ini telah tayang di ayobandung.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga