Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Terminal Kopi Bener Meriah, Pertama di Indonesia

ktnanasional.com – JAKARTA, Dukungan infrastruktur sangat penting untuk mendorong ekspor kopi. Untuk itulah, Kementerian Perhubungan menggagas pembangunan dry port atau pelabuhan darat untuk distribusi komoditas si hitam ini. Salah satu yang siap dibangun adalah dry port di Bener Meriah, Aceh.

Seperti diketahui, Bumi Rencong menjadi salah setu sentra kopi di Nusantara dengan brand yang paling terkenal adalah Kopi Gayo. Sebagai mata pencaharian pokok masyarakat, umumnya kopi Gayo adalah jenis Arabika yang tersebar luas, dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga ke Kabupaten Gayo Lues, dan bahkan Kabupaten Pidie sejak tahun 1998.

Kepala Pusat Prasarana Transportasi dan Intergrasi Moda, Badan Kebijakan Transportasi, Capt Novyanto  Widadi mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM mengadakan kajian perumusan implemntasi dry port untuk distribusi kopi di Aceh. Hasilnya, ternyata, kopi menjadi salah satu komoditas yang memliki peluang pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Selama 13 tahun terakhir atau dari tahun 2008-2020, volume ekspor kopi naik dengan laju 4,5 persen pertahun. Data juga menyebutkan tahun 2022, volume ekspor kopi mencapai 380 ribu ton atau setara dengan kontribusi devisa senilai Rp 11,99 triliun.  ”Tren permintaan kopi, seperti di Asean dalam dekade terakhir terus meningkat. Bahkan harga kopi juga di atas rata-rata,” katanya saat Podcast dengan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pangsa Pasar Terbuka

Novyanto melihat potensi pangsa pasar kopi masih terbuka lebar. Indonesia saat ini baru mengisi 25-30 persen dari total permintaan kopi dunia, sehingga masih berpeluang meningkatkan porsi kopi dunia di ataa 30 persen. ”Kopi menjadi penghasilan devisa kelima setelah sawit, karet, cokelat dan kelapa. Bahkan menariknya, Indonesia menjadi penghasil kopi keempat di dunia, setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia,” katanya.

Meski sudah banyak brand kopi Indonesia yang dikenal di mancanegara, seperti Kopi Java Preanger di AS dan kopi Gayo di banyak negara Eropa, Novyanto menyayangkan, dari sisi perolehan pendapatan, ternyata kopi belum memberikan kontribusi optimal. Selama ini, kopi yang diekspor masih dalam bentuk green bean (biji kopi) dengan 70 persennya  masih mutu sedang dan rendah.

Selain itu, dengan luasan lahan kopi sebanyak 1,2 juta ha, produktivitas tanaman kopi petani masih rendah sekitar 811 kg/ha. Angka tersebut jauh dari optimal yang mencapai 1.300 kg/ha. “Untuk itu kami membuat inisiasi atas perintah Menteri Perhubungan untuk membuat terminal kopi di Aceh, khususnya untuk tiga kabupaten yakni Aceh Tengah, Takengon dan Bener Meriah,” tuturnya.

Dengan potensi besar kopi Indonesia, Novyanto menegaskan, perlu didorong  peningkatan volume ekspor. Untuk itu Kementerian Perhubungan mencoba menginisasi membuat terminal barang (dry port), khusus kopi. ”Sesuai tupoksi Kemenhub,  dukungan kami dengan memfasilitasi sistem distribusi, khususnya sistem transportasi barang. Wujudnya, memberikan akses dan konektivitas lokasi produksi dengan terminal barang,” katanya.

Karena itu, Novyanto mengatakan, pihaknya berupaya  mendukung kelancaran pengangkutan kopi dari daerah produksi ke pelabuhan, kemudian menyediakan sarana transportasi, penyediaan fasilitas ataupun sarana bongkar muat. ”Kita harapkan nantinya menjadi eksosistem manajamen logistik. Dengan kecepatan distribusi akan meningkatkan frekuensi dan volume ekspor kopi,”  ujarnya.

Guna mendukung gairah petani kopi, Kementerian Perhubungan memberikan bantuan berupa penanganan pasca panen. Misalnya, membangun drying area, lokasi tempat penjemuran, sarana sortasi dan pengepakan di lokasi sentra kopi. ”Kita juga libatkan beberapa pelaku dan pedagang di lokasi. Kita coba kerjasama dengan koperasi untuk membantu petani kopi,” katanya.  

Selain itu, Novyanto mengatakan, pihaknya juga membuat Pusat Konsolidasi Kopi untuk menyiapkan kopi yang akan diekspor. Jadi sebelum diangkut ke outlet ekspor, kopi akan masuk ke pusat konsolidasi yang ada di terminal barang (dry port) tersebut. ”Tahun ini akan kita bangun di Bener Meriah,” katanya seraya menambahkan, selain fasilitas infrastruktur, pihaknya bersinergi dengan pihak logistik.

Novyanto mengakui, masih banyak pekerjaan rumah untuk mendorong ekspor kopi Goyo. Dari sisi produksi, pihaknya akan membantu petani meningkatkan volume dan menghasilkan produksi yang bernilai ekspor. Karena itu, petani harus dibangun mentality dalam menjual produknya.

”Bagaimana kesiapan petani yang memiliki lahan terbatas, sehingga volume produksinya juga terbatas bisa memenuhi permintaan kopi? Untuk itulah, diperlukan edukasi agar petani bisa meningkatkan volume produksi dari 800 kg/ha menjadi diatas 1.000 kg/ha,” katanya.

Untuk mengedukasi petani, Kemnhub bekerjasama dengan ALFI untuk membantu petani bisa berhubungan langsung dengan pembeli (buyer). Dengan demikian, rantai pemasaran bisa terpotong. Selain itu, petani akan diedukasi agar bisa menerbitkan surat keterangan asal kopi.  ”Karena petani Aceh mengirim kopinya dari Belawan, sehingga keterangan asal kopi bukan dari Aceh. Harapannya petani dapat menerbitkan surat keterangan asal dari daerahnya,” kata Novy.

Untuk menjadikan Bener Meriah sebagai dry port kopi, Novyanto mengatakan, telah menyiapkan tiga fase pembangunan. Pertama, tahun 2023-2026, Kabupaten Bener Meriah didirikan terminal barang umum tanpa bea cukai. Kedua, tahun 2027-2030 dikembangkan fasilitas untuk menunjang ekspor dengan adanya  fasilitas kepabeanan, imigrasi, karantina dan fasilitas lainnya yang terkait ekspor.

”Selanjutnya, fase ketiga tahun 2030.  Ketika produksi petani makin bagus per hektarnya dan distribusi kopi siap ekspor, layanan terminal barang untuk menunjang ekspor bisa berjalan. Hal ini menjadi pilot project  distribusi komoditas yang di awali dari kopi,” tuturnya. Bahkan ke depan, bisa juga digunakan untuk komoditas unggulan lain di Aceh, seperti pisang dan alpukat.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga