Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Tiap Tahun, Lahan Pertanian di Loteng Menyusut 16,7 Hektare

ktnanasional.com – PRAYA, Tak bisa dipungkiri, penyusutan lahan pertanian akibat maraknya alih fungsi lahan menjadi bangunan perumahan beberapa tahun terakhir di Loteng.

“Penyusutan lahan pertanian pasti ada, karena kita lihat ada yang berganti menjadi perumahan, pembangunan ruko-ruko. Memang ada terjadi penyusutan,” ucap Kepala BPS Loteng Syawaluddin Siregar, Senin (26/6).

Atas hal ini, sambungnya, bagaimana mengupayakan lahan pertanian yang masih ada dengan meningkatkan produktivitas. “Walaupun lahannya sedikit, namun produktivitasnya tinggi, daripada lahanya luas tapi produktivitasnya rendah,” tambahnya.

Namun berapa luas penyusutan ini belum bisa dipastikan, lantaran masih dilakukan sensus pertanian. Namun dari data bulan Januari 2023, luas lahan pertanian mencapai 50.283 hektare (Ha) di Loteng. Sedangkan luas lahan kering sekitar 13.500 Ha. Angka penyusutan setiap tahun rata-rata 16,7 Ha.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Loteng Muhammad Kamrin mengatakan, berharap dari hasil sensus pertanian 2023 dapat mengetahui secara ril data pertanian di Loteng. “Jadi akan tergambar menyeluruh termasuk itu (penyusutan lahan, red) dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya akan mengintensifkan pola tanam sebagai upaya mengatasi penyusutan lahan pertanian yang setiap tahun terjadi di wilayah itu. “Alih fungsi lahan pertanian ini kebanyakan untuk pembangunan kawasan perumahan, dan lain-lain,” kata Kamrin.

Guna menggenjot produksi pertanian, dinas telah meminta kepada petani mengintensifkan pola tanam. Misalnya, dari sebelumnya satu kali dalam setahun menjadi dua kali, begitu juga dari dua kali menjadi tiga kali dan dari tiga kali menjadi empat kali.

“Tetapi tentunya tekstur tanah dan unsur hara tanah kita diperhatikan. Makanya kita juga sudah meminta penyuluh tetap turun,” terang mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Loteng ini.

Ancaman penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan ini justru harus disikapi menjadi tantangan bagaimana meningkatkan produksi. (lombokpost/ewi/r5)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga