Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Tim Dosen Mengabdi IPB bimbing kelompok tani di Bojonegoro buat benang pilin

ktnanasional – JAWA BARAT, BOGOR. Tim Dosen Mengabdi Departemen Fisika FMIPA IPB membimbing kelompok tani di Desa Sidorejo Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memanfaatkan limbah batang pisang menjadi benang pilin sebagai bahan aneka kerajinan untuk menambah penghasilan.

“Hal ini merupakan implementasi riset dan inovasi dari Kampus IPB untuk pengembangan desa mandiri,” kata satu dosen dalam Tim Dosen Mengabdi IPB, Siti Nikmatin di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Menurut Siti Nikmatin, dalam kegiatan dosen mengabdi di Sidirejo, para petani muda dan ibu-ibu membuat benang pilin yang bisa digunakan sebagai bahan dasar kain, alas meja, tikar, keranjang dan produk lain.

Dalam pelatihan yang telah berlangsung pada 17 – 20 November 2023 di Desa Sidorejo Kabupaten Bojonegoro, tim telah memberikan edukasi berbagi keilmuan, diskusi interaktif terkait dengan inovasi riset, scale up dan komersialisasi.

Mitra sasaran dosen mengabdi adalah kelompok tani yaitu pemuda desa dan ibu-ibu rumah tangga Desa Sidorejo dengan mengusung tema memanfaatkan batang pisang dan mengolahnya menjadi benang pilin untuk dijadikan aneka produk industri kreatif consumable.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang kelompok tani setelah bekerja di sawah dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Namun demikian, kata Siti Nukmatin, permasalahan mendasar yang dialami kelompok tani adalah sulitnya akselerasi dalam menjual produk kerajinan dari batang pisang di pasar domestik.

Oleh sebab itu melalui dosen mengabdi, dilakukan transfer ilmu dan teknologi dalam proses produksi, desain yang sesuai dengan pasar, penjualan daring dan berkolaborasi atau bermitra dengan swasta atau instansi pemerintah.

“Dalam kegiatan tersebut perwakilan kelompok tani menyampaikan rasa terima kasih dan bangga akan IPB yang telah membantu dalam berkarya dan berinovasi,” kata dia.

Menurut Siti Nikmatin, perubahan signifikan terlihat pada pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani selama pelatihan berlangsung di salah satu rumah kelompok tani.

Hal ini terukur melalui capaian produk industri kreatif yang dihasilkan beragam jenis, motif, dan warna serta kerapian dalam pengerjaan. Produk berbasis batang pisang dijual dengan harga yang terjangkau dan kompetitif dengan produk sejenisnya berbahan daun pandang, enceng gondok, bambu, rotan dan sebagainya. (admin)

artikel ini telah tayang di antarnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga