Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Tingkatkan Produksi, Kementan Motivasi Petani Gorontalo Manfaatkan Mesin Pertanian

ktnanasional – GORONTALO.  Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian alias Alsintan sebagai salah satu upaya mewujudkan pertanian yang maju, modern dan mandiri.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, mengatakan bahwa saat ini sektor pertanian sudah berubah dan bertransformasi ke pertanian modern.

“Kementan terus mengembangkan teknologi pertanian untuk menggenjot penanman dan meningkatkan produktivitas pertanian. Solusi pertanian ke depan dengan menggunakan digitalisasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Ia mengatakan, pertanian tidak bisa lagi digarap dengan cara-cara tradisional. Karena, semua sektor sudah memanfaatkan teknologi, termasuk pertanian.

“Ini adalah era industri 4.0, era di mana digital dan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan,” katanya.

Dedi juga dalam berbagai kesempatan menjelaskan tiga amunisi penting yang perlu diterapkan oleh para kelompok tani guna mengingkatkan produktivitas kerja. Pertama, smart farming atau bertani secara cerdas, karena ini terbukti mampu menekan ongkos produksi.

“Kedua, pemanfaatan Alsintan yang baik, agar mampu melipatgandakan hasil produksi dengan cepat dan terjangkau. Amunisi ketiga, adalah kerja sama. Petani harus selalu berkolaborasi, terus bekerja sama dalam meningkatkan haasil produksi pertanian,” ujarnya.

Untuk mempercepat transformasi pengetahuan petani dari tradisional ke teknologi, Kementan memanfaatkan berbagai program dan terobosan. Salah satunya, melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI).

Program maupun bantuan yang telah dilaksankan Kementan melalui program READSI di antaranya adalah adanya tenaga fasilitator yang memfasilitasi petani dalam bidang pemberdayaan, kegiatan Sekolah Lapang, Bimbingan Lanjutan, Program Alsintan, bantuan pembangunan jalan usaha tani, pelatihan literasi keuangan, pelatihan simpan pinjam dan bisnis dasar.

Dampak positif dari program READSI ini pun di antaranya menyasar dan kemudian dirasakan oleh petani di desa Huntu Utara, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bulango, Gorontalo.

Semua program dan bantuan yang dilaksankan melalui program READSI tersebut memberikan perubahan yang signifikan, salah satu contohnya ialah terbentuknya UPJA (Usaha Pengambangan Jasa Alsintan).

Melalui bantuan Alsintan yang dikucurkan oleh program READSI kelompok tani yang berada di desa Huntu Utara telah mengusulkan Alsintan berupa hand tracktor untuk kelompok padi sawah.

Dari Alsintan tersebut, tiga kelompok padi sawah mendirikan usaha UPJA dan telah beroperasi mulai dari tahun 2023. Alat yang sudah sering dipinjamkan yaitu Handracktor dengan hitungan peminjaman, untuk penggunaan 1 hektar sebesar Rp.100.000.

Perwakilan dari kelompok tani usaha UPJA di Desa Huntu Utara, Budi Makmur III, yang ditemui Tim READSI, Minggu (24/02/2024), menuturkan dengan adanya program READSI, kegiatan pertanian mereka selain terfokus pada persoalan teknis tanaman juga sekaligus berwirausaha.

“Setelah adanya program READSI, kelompok kita telah mendapatkan penghasilan dari usaha UPJA. Selain itu, kelompok tani kita juga kelambagaannya lebih tertata,” ujarnya.

Dengan diperpanjang program READSI pada tahun 2024, maka kelompok tani akan melakukan lagi penambahan dan perluasan usaha baik UPJA dan juga pengembangan pemasaran hasil produk pertanian melalui kegiatan koorporasi lintas kelompok maupun kecamatan.

Selain itu, mereka juga akan terus membangun kerja sama dengan bebagai pihak yang dapat menunjang kemajuan keberhasilan usaha-usahan pertanian. (admin)

artikel ini telah tayang di jurnas.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga