Selasa, 28 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Tingkatkan Produksi Padi, Distan Buleleng Terapkan Inovasi Pertama di Bali

ktnanasional – BALI, BULELENG. Sebagai upaya dalam meningkatkan produksi padi para petani. Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng melakukan inovasi yang disebut dengan system penanaman Haston atau hasil berton-ton yang merupakan pertama kali diterapkan di Bali.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Made Sumiarta menerangkan inovasi yang dikeluarkan ini diharapakan ke depan akan mampu menambah pasokan gabah dari hasil panen petani sebelumnya. Adapun pola tanam padi dengan sistem Haston nantinya menggunakan bibit lebih tua sekitar 25 hari dari penyemaian sampai siap ditanam dengan jumlah rumpun 25-30.

“Tentu berbeda (sistem tanamnya, red) kalau tanam padi konvensional sekitar 3-5 rumpun saja. Ini hasil penelitian sudah dicoba di Kalimantan dan berhasil meningkatkan produksi petani,” terang Sumiarta.

Dirinya menyebut nila sistem Haston ini dari hasil penelitian didapat bahwa produksi padi 1 hektar mampu menghasilkan 15-20 ton jika dibandingkan cara konvensional produksinya stagnan dibawah 10 ton. Hasil tersebut didapat sebab indukan dengan sistem Haston setiap rumpun bisa tumbuh lebih optimal. Pihaknya mengumpamakan pola inovasi seperti istilah orang Bali penanaman sempok 25-30 sekali jumput.

Kemudian terkait bibit yang digunakan, dia menegaskan jika tidak ada yang khusus dan hanya menyesuaikan varietas yang ada atau sering digunakan petani pada umumnya yakni IR.64, Ciherang, dan Inpari 32 dan ini telah uji coba di subak Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada Maret lalu. Untuk di Wilayah Kabupaten Buleleng selain Kecamatan Tejakula akan dilakukan penanaman system tersebut setelah panen terakhir petani.

”Untuk penanaman kira-kira pertengahan April ini setelah panen dilakukan, kami akan sasar wilayah diluar Kecamatan Tejakula dan didampingi penyuluh,” sebut dia.

Pihaknya pun tetap berharap dengan system tersebut mampu menambah pasokan beras dan mampu menekan harga yang saat ini mengalami inflasi.

“Jika ekstensifikasi saat ini sulit dilakukan karena lahannya kurang, jalan satu-satunya ya sistem Haston ini tentu dengan analisa usaha tani. Kita yakin produksi padi di Buleleng akan meningkat,” pungkasnya. (admin)

artikel ini telah tayang di balipuspanews.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga