Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Tingkatkan Swasembada Pangan Pemkab Manggarai Siap Buka 70 Hektar Lahan Tidur

ktnanasional – NTT, RUTENG. Dalam upaya meningkatkan program swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Manggarai melalui Dinas Pertanian akan membuka 70 hektar lahan tidur yang akan ditanami Padi, Jagung dan Kedelai.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Laurensius Laoth mengatakan hal ini kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng pada Jumat 5 Januari 2024.

Dikatakan Lambertus, swasembada pangan tetap menjadi prioritas dalam meningkatkan produktifitas pertanian di Kabupaten Manggarai tahun 2024.

Pasalnya, swasembada pangan ini merupakan program strategis nasional yang menyasar pada 7 Provinsi di Indonesia termasuk NTT.

“Swasembada pangan tetap menjadi prioritas kita tahun 2024. Pengelolaan lahan dan pemanfaatan lahan tidur akan kita maksimalkan,” ucap Laurensius Laoth.

Pemanfaatan lahan tidur di Manggarai untuk semester satu (1) kata Laurensius mencapai 100 hektar yang tersebar pada sentra potensi pertanian masing-masing kecamatan.

Misalnya untuk kecamatan Satar Mese akan fokus pada lumbung padi. Sementara untuk kedelai akan dipusatkan di Kecamatan Reok Barat. Sementara jagung akan merata di setiap kecamatan.

Dikatakan Laurensius, untuk Kabupaten Manggarai ada tiga kategori lahan. Pertama lahan IP 3 yang bisa ditanam pada tiga musim, lahan IP 2 yang bisa ditanam dua kali dan IP 1 yang hanya bisa ditanam satu kali.

Untuk lahan pertanian sawah yang bisa ditanam tiga (3) kali ada 109 hektar lebih. Lebih sedikit ketimbang lahan pertanian yang bisa di tanam dua kali ada 8000 hektar.

“Nah yang kita kejar sekarang ini agar lahan IP satu dan dua ini bisa ditingkatkan. Sehingga produktifitas pertanian kita meningkat,” kata Laurensius.

Untuk menggenjot itu, Pemkab Manggarai juga akan memaksimalkan infrastruktur pertanian dan fasilitas seperti alsintan dengan penggunaan alat modern.

“Kita akan maksimalkan fasilitas seperti irigasi untuk pengairan. Kita juga selama ini kelimpahan air tapi karena keterbatasan anggaran, kita akan prioritaskan ke sentra pertanian yang bisa ditanam satu, dua kali,” ujar Laurensius

Kalau itu dimaksimalkan kata Laurensius, dengan estimasi panen 3 ton per hektar

sudah cukup memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Manggarai.

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga