Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Upaya Pelestarian Varietas Padi Lokal Menuju Pertanian Berkelanjutan

ktnanasional.com – BANGKA. Padi merupakan komoditas strategis yang berkaitan dengan kesediaan dan keamanan pangan masyarakat Kabupaten Bangka. Salah satu ragam padi yang masih dikelola oleh masyarakat adalah padi ladang. Padi ladang yang secara turun-menurun dibudidayakan oleh masyarakat di lahan kering biasanya ditanam di lahan kebun atau ladang ataupun di lahan sawah dengan kontur lahan kering. Padi ladang yang memiliki keunggulan tahan terhadap kekeringan, potensi akan tingkat produktivitas yang tinggi menjadikan komoditas ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

Kabupaten Bangka merupakan kabupaten penyumbang luas tanam terbesar untuk komoditas padi ladang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini tentunya tidak terlepas dari budaya yang merupakan warisan secara turun-temurun nenek moyang terdahulu yang biasa disebut dengan tradisi berhuma. Tradisi ini masih sangat melekat dan terus dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Bangka, khususnya yang berprofesi sebagai petani maupun pekebun. Keadaan ini juga didorong dengan masih banyaknya potensi lahan yang dapat digarap dan dijadikan ladang tempat tumbuh padi ladang. Selain dari pemanfaatan lahan-lahan terbuka, lahan marginal juga pemanfaatan lahan-lahan di sela-sela tanaman. Pemanfaatan lahan di sela lahan perkebunan terutama tanaman sawit yang masih kecil merupakan penyumbang terbesar dari luas tanam yang ada.

Luas tanam yang besar ternyata belum dapat sepenuhnya menjamin produksi yang tinggi, tetapi ketersediaan benih yang ideal untuk dibudidayakan kembali, merupakan salah satu kendala besar yang dihadapi petani saat ini, yaitu tidak tersedianya benih padi ladang yang dijual bebas atau yang dapat diadakan oleh pemerintah setempat dikarenakan belum dilepasnya varietas lokal yang ada. Selama ini benih yang dipakai adalah benih asalan yang didapat dengan cara menyisihkan sebagian dari hasil panen untuk dipergunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya.

Melihat keadaan di atas, guna melestarikan varietas padi lokal secara berkelanjutan, Kabupaten Bangka bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), dan telah mendaftarkan 10 varietas lokal padi ladang, yakni varietas Utan Antu, Seluman, Runteh, Raden, Puteh, Puluh Merah, Mayang Pasir, Mayang Pandan, Damel, dan Balok. Tak hanya sampai di situ, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pangan dan Pertanian, pada tahun 2023 ini juga melakukan kerja sama dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian RI tentang Pembangunan pertanian di Kabupaten Bangka.

Perlindungan varietas lokal padi ladang dilaksanakan selain untuk menjaga kelestarian plasma nutfah lokal juga untuk pemenuhan kebutuhan pangan, akibat dari pertambahan penduduk, keterbatasan lahan, maraknya benih unggul baru, perkembangan teknologi dan manajemen usaha tani sehingga perlindungan varietas lokal padi ladang menjadi perhatian serius Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka. Kerja sama ini tentunya perlu disambut dengan gerak cepat dikarenakan upaya yang ditempuh Pemkab Bangka ini merupakan upaya yang telah dinanti-nanti oleh petani kita, khususnya petani padi.

Keberlanjutan varietas padi ladang lokal tidak dapat dipisahkan dengan dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dan dimensi sosial. Nilai beras padi lokal di tengah masyarakat masih tinggi dengan harganya yang relatif paling mahal, (Nurnayetti dan Atman, 2013). Aspek ekonomi dapat berkelanjutan bila produksi pertaniannya mampu mencukupi kebutuhan dan memberikan pendapatan yang cukup bagi petani.

Penggunaan varietas padi ladang lokal juga dianggap lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan asalnya sehingga dapat menekan penggunaan pestisida serta responsif terhadap pupuk lebih maksimal. Kemudian dari segi serangan hama penyakit lebih tahan dibandingkan dengan varietas baru. Di era saat ini, pola hidup sehat telah menjadi tren baru di masyarakat sehingga penggunaan beras yang baru dipanen petani menjadi pilihan masyarakat mengingat kesadaran masyarakat akan kesehatan makin meningkat.

Kerja sama dengan dua lembaga besar Kementerian Pertanian ini diharapkan dapat membuat impian menjadi kenyataan bahwa Kabupaten Bangka akan memiliki varietas padi ladang lokal yang berasal dari Bangka yang dapat dilepas. Proses pelepasan ini telah dimulai dari adanya perjanjian kerja sama antara BSIP Sukamandi dengan Dinas Pangan dan Pertanian. Pada tahun ini berbagai pengujian sudah mulai dilaksanakan, di antaranya adalah uji kemurnian.

Kerja sama ini juga tentunya akan memberikan dampak bahwa akan lahirnya penangkar-penangkar baru terutama penangkar untuk benih padi ladang. Dampak lain yang akan terlihat adalah akan banyaknya tumbuh petani padi yang baru dikarenakan akan terjaminnya ketersediaan benih dan keseragaman benih yang ada tentunya juga akan meningkatkan hasil baik dari segi kuantitas, yaitu produksi dan kualitas yakni mutu dari beras lokal itu sendiri.

Ini tentunya juga akan membuka peluang bagi pelaku-pelaku usaha lokal sebagai offtaker untuk memulai usaha agribisnis pada komoditas yang sangat strategis yaitu beras. Tentunya peluang ini pun secara tidak langsung akan membantu proses distribusi pasar dan akan menjadi nilai tambah dan penyemangat bagi petani padi ladang kita untuk tetap bertanam dan melestarikan plasma nutfah pemberian dari leluhurnya.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka akan terus berupaya mengimplementasikan konsep pertanian berkelanjutan dengan tujuan menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik dengan menggandakan produktivitas padi ladang lokal sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarga dapat tercapai secara maksimal.

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga