Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Upayakan Produktivitas 10 Ribu Hektare Lahan Pertanian

ktnanasional – KALIMANTAN UTARA, TARAKAN. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara sedang mengoptimalkan 10 ribu hektare lahan pertanian, yang tersebar di kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Program ini akan melibatkan TNI Angkatan darat serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang akan mendampingi petani mulai dari tanam hingga panen.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara, Heri Rudiyono, pihaknya telah membangun kolaborasi dan sinergi dengan TNI Angkatan Darat dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya, untuk menargetkan swasembada beras di Kaltara. Karena banyak negara yang mengalami krisis pangan, jangan sampai berimbas di Bumi Benuanta.

“Jadi kerjasama antara DPKP dengan Korem, nanti turun ke Kodim, Babinsa dan PPL kita akan bikin sekolah lapang, Babinsa dan PPL mendampingi petani di sawah. Minimal 6 kali pertemuan musim tanam. Melatih bikin bibit yang baik, memupuk, menyemprot hama, dan bagaimana memikirkan untuk penjualan hasilnya,” terangnya, Jumat (10/5).

Program ini akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu akan mengaktifkan kembali 10 ribu hektare lahan yang tidak produktif di Kaltara, supaya hasil produksi padi meningkat.

“Kemarin sudah ketemu dengan direktur di Kementerian Pertanian. Saya mengusulkan traktor, dan Insya Allah siap membantu. Makanya saya panggil kawan-kawan sentra produksi, apa kekurangannya. Kalau kurang traktor, sudah saya ajukan. Kalau lahan tidak bagus, kita optimasi. Kalau irigasinya tidak bagus, ada teman PU (Dinas Pekerjaan Umum). Ayo kita gerak bersama agar itu benar-benar tercapai,” urainya.

Untuk meningkatkan produksi padi di lahan seluas 10 ribu hektare yang tersebar di Bulungan, Nunukan, Malinau, KTT dan Tarakan, dilakukan pembinaan kepada kelompok tani, dengan target 2 tahun bisa tercapai. Lahan yang mendominasi di Kaltara ini berada di Bulungan, karena ada kawasan food estate. Kawasan pertanian di Sajau Hilir, Tanjung Palas Utara, dan lain sebagainya.

“Sentra-sentra produksi padi di Kaltara ini, kita integrasikan, kita kasih jeruk, kita kasih kelapa, kita kasih ternak. Supaya sistem agrobisnis bisa jalan. Sedangkan pertanian, kita siapkan benihnya, penanganan hamanya, irigasinya. Nanti sampai dengan pemanenan harus kita kolaborasikan,” urainya.

Di Kaltara, penjualan hasil panen tidaklah susah, apalagi ada IKN, KIPI. Bahkan untuk kebutuhan di Kaltara masih kurang. Dari kebutuhan, baru bisa mencukupi 40 persen, sedangkan 60 persen beras di Kaltara didatangkan dari luar.

Masak kita mau bergantung dengan orang terus, makanya kita programkan ini. Dengan menggunakan anggaran dari pusat, APBD tingkat I (provinsi) dan APBD tingkat (kabupaten). Kebutuhan beras di Kaltara sekitar 60-70 ribu ton, namun produksi padi petani baru sekitar 37 ribu ton. Sehingga masih ada kekurangan yang terpaksa didatangkan dari luar daerah,” papar Heri. (Admin)

artikel ini telah tayang di korankaltara.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga