Sabtu, 20 April, 2024

Artikel Terbaru

Urban Farming di Ibu Kota Kalsel, Pemko Banjarbaru Kerjasama ke Ohio University of Tokyo

ktnanasional.com – BANJARBARU, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru telah menetapkan lahan seluas 1.300 hektare hanya diperbolehkan untuk digarap sebagai kawasan pertanian.

Pada tahun 2024 mendatang, Pemko Banjarbaru siap membuat cetak biru wilayah untuk kawasan pertanian di ibu kota. Dukungan baik berupa anggaran kepada sektor pertanian di Kota Banjarbaru

Langkah Pemko Banjarbaru pada sektor pertanian itu disampaikan Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, Selasa (18/7/2023) siang, pada pertemuan rutin Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjarbaru di kebun milik Ketua KTNA Banjarbaru Sumedi di wilayah Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.

Pada pertemuan itu, Ketua KTNA Banjarbaru Sumedi mengutarakan, keluhan para petani terkait hama tungro yang menyerang tanaman padi, hingga tidak suburnya tanah pertanian yang mereka garap.

KTNA Banjarbaru juga mendukung program urban farming yang tengah digaungkan Pemko Banjarbaru, meski lahan pertanian di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini disebut kian menyusut.

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengapresiasi dedikasi dan kerja keras anggota KTNA yang telah berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kota Banjarbaru. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.

“Semoga pertemuan rutin seperti ini terus terjalin dengan baik, sehingga semakin solid anggota KTNA Banjarbaru,” ucapnya.

Kota Banjarbaru, sebut Aditya, bisa menerapkan pola pertanian modern, dengan mencontoh daerah-daerah lain yang sudah menerapkan pertanian modern.

Salah satu upaya mewujudkan itu, Pemko Banjarbaru menjalin program kerjasama dan beasiswa ke salah satu universitas di Jepang.

“Kita ingin teknologi pertanian modern yang sudah dilaksanakan di Jepang bisa diterapkan di daerah kita,” ucapnya

Beasiswa bidang pertanian ini merupakan hasil kerja sama Pemko Banjarbaru dengan Ohio University of Tokyo.

Wali Kota mengatakan, pendaftaran bakal dibuka pada Oktober 2023. Sebelum berangkat, katanya, penerima beasiswa akan belajar bahasa Jepang terlebih dulu dari Oktober hingga April 2024.

“Setelah itu barulah para penerima beasiswa bertolak ke Jepang,” ujarnya. “Selain itu, penerima beasiswa juga harus berkontrak kerja di Jepang. Lamanya minimal 5 tahun. Setelah kontrak selesai, penerima beasiswa dapat kembali ke Indonesia,” tambahnya.

Aditya berharap, dengan program beasiswa pertanian modern itu dapat memberikan dampak positif pada generasi muda di Banjarbaru.

Wali Kota Aditya juga berharap bahwa dengan terlaksananya program kerja yang telah dibahas sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ekonomi lokal.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dan para anggota KTNA bekerja sama mencapai pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Semua pihak optimis bahwa kolaborasi yang erat antara petani, dan pemerintah akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota ke depan. (admin)

Artikel telah tayang di kanalkalimantan.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga