Selasa, 28 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Waspadai Daerah Ini, BMKG : Potensi Angin Kencang, Kilat, dan Gelombang Tinggi Hingga 11 April 2024

ktnanasional – JAKARTA. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan tentang potensi cuaca ekstrem di Indonesia hingga 11 April 2024, dengan kemungkinan angin kencang, kilat, petir, hujan lebat, dan gelombang tinggi.

“Menuju 11 April ini ada variasi yaitu pada 4-7 April diprediksi ada wilayah yang mengalami angin kencang, gelombang tinggi, kilat, dan petir,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (04/04).

Dwikorita menyebutkan beberapa wilayah pada 4-7 April 2024 diperkirakan mengalami angin kencang, gelombang tinggi, kilat, dan petir yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bangka, dan Lampung.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Selain itu, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Pada tanggal 8-11 April 2024, beberapa provinsi dapat mengalami hujan lebat, termasuk di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Wilayah-wilayah seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua juga perlu mewaspadai potensi angin kencang, kilat, petir, hujan lebat, dan gelombang tinggi.

Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator, bersama dengan peningkatan suhu muka air di Kepulauan Indonesia, menjadi faktor penyebab potensi cuaca ekstrem ini.

BMKG telah mendeteksi munculnya Bibit Siklon Tropis baru, yaitu Bibit Siklon 96S, di sekitar Laut Sawu. Saat ini, bibit tersebut berada pada posisi 10,2 derajat lintang selatan dan 121 derajat bujur timur.

Kemunculan Bibit Siklon Tropis ini dapat memicu cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor. (admin)

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga