Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Wisata Petik Buah “Pemuda Tani Mandiri” di Desa Panyingkiran Subang Jawa Barat

ktnanasonal.com – Subang, Kebun petik jambu ini mempunyai luas sekitar 1 hektar yang terletak di kp Karangjaya RT 016 RW 008 desa Panyingkiran kecamatan Purwadadi kabupaten Subang, sudah ada lebih dari 150 tanaman berbuah dalam planter bag.  Dikelola Dede Suherlan (34 tahun) petani milenial yang memulai usaha budidaya jambu sejak tahun 2014. Awalnya Dede bukan petani tetapi seorang sekuriti yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Pekerjaan sekuriti dijalani sejak menikah tahun 2009 hingga 2013. “Perlu tekad yang kuat untuk beralih profesi mulai dari nol, dari yang tiap bulan terima bayaran” ujar Dede.

Saat ini sudah lebih dari 150 tanaman jambu di lahan usaha taninya yang sudah berbuah, rata rata tiap bulan sudah menghasilkan 250 kg jambu berbagai jenis dengan kualtas premium. Harga yang dipatok di kebun untuk perkilo nya Rp. 35.000, untuk produk pertanian kelas premium kebanyakan petani yang menentukan harganya, ada harga ada kualitas istilahnya.

Selain menjual jambu hasil panenan Dede juga menjual bibit jambu yang diproduksi dari pohon miliknya, permintaan nya pun bukan hanya di sekitar tempatnya tinggal tapi juga dari kota kota diluar Subang. “Bibit kami dijamin dari pohon yang sudah berbuah, kalau perlu jasa konsultasi kami juga siap” Ujar Dede. Ada 40 jenis Jambu air yang sudah ditanam di lahan miliknya, hampir semua ditanam dalam planter bag.

Sewaktu melakukan kunjungan ke kelompok Pemuda Tani Mandiri, Wakil Bupati Subang Agus Masykur menyambut baik kegigihan para pemuda petani Subang. Dia berharap Desa Panyingkiran menjadikan pusat jambu air di Kabupaten Subang sehingga menjadi desa wisata. “Saya siap mendukung dan mendorong para petani muda Subang yang terlatih dalam bidang pertanian dan perkebunan ini sehingga hasilnya bagus dan mampu diterima masyarakat dan pasar tradisional maupun pasar modern,” kata Wabup
Dalam menunjang komoditas jambu air ini, jelas Wabup perlu ada dukungan dari seluruh pihak dan bekerjasama dengan Bumdes dan perusahaan yang membidanginya.
Ada beberapa perusahaan pertanian yang melakukan kerjasama dengan petani dengan menyediakan bibit dan bimbingan bertani yang baik. Penanaman dan perawatan dilakukan petani sampai panen, setelah panen hasilnya dibeli perusahaan atau langsung dikelola oleh bumdes.
“Perlu juga inovasi dalam pengemasan hasil panen dengan membuat kemasan yang menarik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi,” pungkasnya. (ds/mh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga