Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

Siaran Pers Badan Pusat Statistik (BPS) 1 Desember 2022

ktnanasional.com – Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis beberapa indikator strategis terkini terkait: (1) Perkembangan Indeks Harga Konsumen November 2022, (2) Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar November 2022, (3) Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah November 2022, dan (4) Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS, Setianto dalam siaran persnya di BPS, Kamis (01/12/2022).

Berikut disampaikan ringkasan hasil siaran pers tersebut:

I. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI, NOVEMBER 2022

  1. Pada November 2022 terjadi inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 5,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,85. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,20 persen dengan IHK sebesar 113,02 dan terendah terjadi di Ternate sebesar 3,26 persen dengan IHK sebesar 110,96.
  2. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,87 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,24 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,96 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,90 persen; kelompok transportasi sebesar 15,45 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,90 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,76 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,59 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,48 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen.
  3. Tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) November 2022 sebesar 0,09 persen dan tingkat inflasi Year to Date (y-to-d) November 2022 sebesar 4,82 persen.
  4. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti November 2022 sebesar 3,30 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,15 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 3,13 persen

II. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR, NOVEMBER 2022

  1. Pada November 2022, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 5,75 persen terhadap IHPB November 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 10,36 persen.
  2. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada November 2022 antara lain: kacang kedelai, bawang merah, kelapa sawit, pasir, rokok kretek dengan filter, solar, dan bensin.
  3. Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) November 2022 sebesar 0,27 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) November 2022 sebesar 4,98 persen.
  4. Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) November 2022 sebesar 7,08 persen terhadap November 2021, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, semen, aspal, pasir, dan batu fondasi bangunan

III. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN HARGA PRODUSEN GABAH, NOVEMBER 2022

  1. Perkembangan NTP
  2. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
  3. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
  4. NTP nasional November 2022 sebesar 107,81 atau naik 0,50 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,66 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,15 persen.
  5. Pada November 2022, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (5,64 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Gorontalo mengalami penurunan terbesar (1,66 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.
  6. Pada November 2022 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,16 persen yang disebabkan oleh kenaikan Indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
  7. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2022 sebesar 107,25 atau naik 0,46 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Perkembangan Harga

IV. Gabah dan Beras di Penggilingan

  1. Dari 1.470 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama November 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 57,55 persen; gabah kering giling (GKG) 26,87 persen; dan gabah luar kualitas 15,58 persen.
  2. Selama November 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.397,00 per kg atau naik 16,06 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.523,00 per kg atau naik 16,21 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada November 2021. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.785,00 per kg atau naik 14,32 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.900,00 per kg atau naik 14,06 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.021,00 per kg atau naik 13,96 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.120,00 per kg atau naik 14,00 persen.
  3. Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah pada November 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 0,81 persen dan 3,61 persen, sedangkan kualitas GKG turun 1,79 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada November 2022 dibandingkan bulan lalu untuk kualitas GKP dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 0,87 persen dan 3,41 persen, sedangkan kualitas GKG turun 1,77 persen.
  4. Selama November 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 887 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.143 observasi beras di penggilingan.
  5. Pada November 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.512,00 per kg, naik sebesar 10,19 persen dibandingkan November 2021, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp10.122,00 per kg atau naik sebesar 11,58 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.542,00 per kg atau naik sebesar 9,54 persen.
  6. Dibandingkan dengan bulan lalu, rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,05 persen; 0,78 persen; dan 0,27 persen

V. PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI NASIONAL, OKTOBER 2022

  1. Perkembangan Pariwisata
  2. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 678,53 ribu kunjungan, naik 364,31 persen dibandingkan dengan kondisi Oktober 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 4,57 persen.
  3. Dari Januari hingga Oktober 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,92 juta kunjungan, naik 215,16 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021.
  4. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 52,31 persen, naik 6,69 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Oktober 2022 juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 2,29 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Oktober 2022 tercatat sebesar 24,41 persen, naik 2,19 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2021 dan naik 1,02 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
  5. Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2022 tercatat sebesar 1,66 hari, naik 0,02 poin dibandingkan dengan kondisi Oktober 2021 dan September 2022

VI. Perkembangan Transportasi Nasional

  1. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Oktober 2022 sebanyak 4,6 juta orang, naik 10,08 persen dibanding kondisi pada September 2022. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 7,22 persen menjadi 985,7 ribu orang. Selama Januari–Oktober 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 42,7 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 5,1 juta orang, masing-masing naik sebesar 88,94 persen dan 1.010,64 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021.
  2. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Oktober 2022 tercatat 1,5 juta orang atau naik 3,44 persen dibanding September 2022. Jumlah barang yang diangkut turun 1,08 persen menjadi 27,8 juta ton. Selama Januari–Oktober 2022, jumlah penumpang mencapai 14,7 juta orang atau naik 19,08 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sementara jumlah barang yang diangkut naik 2,02 persen atau mencapai 266,1 juta ton.
  3. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Oktober 2022 sebanyak 27,6 juta orang atau naik 7,99 persen dibanding September 2022. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 1,43 persen menjadi 5,5 juta ton. Selama Januari–Oktober 2022, jumlah penumpang mencapai 220,4 juta orang atau naik 88,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 14,07 persen menjadi 50,7 juta ton. (admin)

Seluruh materi Berita Resmi Statistik (BRS) dapat diunduh pada tautan berikut ini :

https://www.bps.go.id/pressrelease.html

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga